Kolomdesa.com, Halmahera Selatan – Sejumlah 44 rumah warga Desa Jojame, Kecamatan Bacan Barat Utara, Kabupaten Halmahera Selatan, Provinsi Maluku Utara kembali terendam banjir selama dua hari. Akibatnya, warga mengungsi ke tempat yang tidak terdampak banjir karena ketinggian air mencapai lutut orang dewasa.
Anggota BPD Jojame, Muhammad Doturu menyebutkan bahwa banjir di desa tersebut sudah sering terjadi. Ia menilai masalah ini bisa diatasi jika pemerintah membangun talut di belakang permukiman warga yang dekat dengan sungai.
“Kalau tidak dibangun, banjir akan terus terjadi kalau hujan deras. Tahun ini sudah dua kali banjir, tahun lalu (2023) juga banjir,” kata Doturu, Senin (9/12/2024).
Menanggapi hal ini, Wakil Ketua DPRD Halmahera Selatan Safril Talib menegaskan banjir tersebut harus menjadi perhatian serius pemerintah daerah. Ia meminta Bupati Halmahera Selatan, Bassam Kasuba, segera menghadirkan solusi nyata.
“Ini bencana darurat, harusnya Bupati dan Kepala BPBD proaktif atas keselamatan warga,” tegasnya.
Ia juga menekankan bahwa pemerintah tidak seharusnya menjadikan ketiadaan anggaran sebagai alasan untuk tidak menangani bencana.
“Yang namanya bencana alam, apapun alasannya, anggaran ada ataupun tidak, Bupati dan Kepala BPDB harus hadir dan memberikan penangan, bukan diam dan membiarkan begitu saja,” tutupnya.
Penulis : Roman
Editor : Aziz
