JEMBER – Sebanyak 32 desa yang tersebar di 15 Kecamatan Kabupaten Jember akan berpotensi mengalami kekeringan. Mengantisipasi hal itu, Pemda setempat membuat sumur bor di sejumlah wilayah untuk mengatasi masalah kekeringan itu.
“Berdasarkan data yang kami terima bahwa sebanyak 32 desa yang tersebar di 15 kecamatan di Jember potensi rawan kekeringan selama musim kemarau, sehingga hal tersebut harus diantisipasi sejak dini,” kata Bupati Jember Hendy Siswanto, Rabu (5/7/2023).
Beberapa desa dari berbagai kecamatan yang masuk dalam kategori rawan kekeringan di antaranya, Kecamatan Patrang, Kecamatan Jelbuk, Kecamatan Bangsalsari, Kecamatan Tanggul, Kecamatan Sumbersari, Kecamatan Tempurejo dan Kecamatan Pakusari. Oleh sebab itu, Pemda setempat melakukan penambahan 10 sumur bor agar mempermudah masyarakat mendapatkan air.
“Tahun ini kami akan menambah 10 sumur bor, termasuk instalasinya dalam Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah tahun 2023,” kata Bupati Jember Hendy Siswanto, Rabu (5/7/2023) Imbuhnya.
Sebelumnya Pemkab setempat telah membangun 2 sumur bor, tetapi dirasa belum maksimal karena sebagian warga masih mengalami krisis air bersih. Sehingga perlu ada tambahan sumur bor lagi karena diprediksi kemarau panjang akan terjadi.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Sosial, dan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Pandalungan sebelumnya juga telah menyediakan bak air bersih. Persediaan air tersebut kemudian distribusikan
ke beberapa wilayah yang membutuhkan.
Panta Satria, Kepala Bidang Logistik dan Kedaruratan BPBD Jember menambahkan, bahwa pihaknya telah memasang instalasi air bersih dan membagikan sejumlah tandon air kepada warga.
Berupa jerigen dengan kapasitas 20 liter dibagikan kepada 103 KK yang mengalami kekeringan di Kelurahan Bintoro Kecamatan Patrang.
Penulis: Ilham W
Editor: Danu