Kolomdesa.com, Mamuju Tengah – Dua warga Desa Sulobaja, Kecamatan Tobadak, Kabupaten Mamuju Tengah (Mateng) saling cekcok akibat kematian sapi salah satu dari keduanya. Beruntung, gesekan sosial itu dapat diatasi oleh Bhabinkamtibmas desa setempat melalui mediasi.
“Kita lakukan mediasi antar keduanya, melalui program Problem Solving,” kata Bhabinkamtibmas Desa Sulibaja, Briptu Dwika Apriwiratama, Kamis (19/12/2024).
Menurut Bripka Dwika, peristiwa percekcokan dua warga itu bermula saat adanya sapi milik salah seorang warga mati. Pemilik sapi merasa pihak pemilik lahan sengaja memberi racun di lahannya.
“Ada kesalahan pahaman mengenai kematian tiga sapinsalah seorang warga yang bertikai,” kata Briptu Dwika.
Dwika menjelaskan, sesaat menerima laporan adanya pertikaian warga. Pihaknya b langsung mengundang keduanya ke Kantor Desa.
“Guna dilakukan mediasi yang dihadiri oleh tokoh adat,” beber Briptu Dwika.
Dwika menjelaskan, saat mediasi berjalan, kedua belah pihak menyampaikan seusai kejadian. Briptu Dwika pun menyarankan jika keduanya sepakat untuk menyelesaikan musibah ini secara kekeluargaan.
“Pihak pemilik lahan, bapak Ahmadi bersedia memberikan kompensasi,” terang Briptu Dwika.
Briptu Dwika berharap, kejadian yang telah terjadi menjadi pembelajaran. Masing-masing pihak harus bisa sadar dengan kondisi lingkungan sosial di masyarakat.
“Agar kejadian seperti ini tidak terulang lagi, saya berharap masing-masing dapat menjaga diri,” pungkas Briptu Dwika.
Penulis: Fuji
Editor: Fuji