Kolomdesa.com, Sidoarjo – Warga Desa Sedengan Mijen, Kecamatan Krian, Kabupaten Sidoarjo menggelar ruwat desa atau sedekah bumi. Hal ini dimaksudkan dalam rangka menyambut bulan suci Ramadan serta sebagai bentuk syukur masyarakat sekaligus sarana mempererat persatuan.
Camat Krian Nawari, mewakili Bupati Sidoarjo, menyampaikan apresiasi atas kekompakan dan partisipasi masyarakat desa dalam menjaga tradisi budaya lokal.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Sidoarjo, kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi. Tradisi seperti ini sangat positif karena tidak hanya melestarikan budaya, tetapi juga berpotensi menjadi daya tarik wisata daerah,” ujarnya, Minggu (1/2/2026).
Ia mengatakan, apabila kegiatan terus dilestarikan, tradisi sedekah tumpeng tempe dapat dikembangkan dan masuk dalam agenda wisata budaya Kabupaten Sidoarjo.
Lebih lanjut, Kepala Desa Sedengan Mijen Hasanuddin menegaskan sedekah tumpeng tempe bukan sekadar agenda tahunan, melainkan wujud rasa syukur dan kebersamaan warga.
“Alhamdulillah seluruh rangkaian ruwat desa berjalan lancar. Ini adalah bentuk syukur masyarakat sekaligus sarana mempererat persatuan. Kami mengucapkan terima kasih kepada panitia dan seluruh pihak yang turut menyukseskan acara ini,” ungkapnya.
Ia menambahkan, rangkaian ruwat desa telah dilaksanakan beberapa hari sebelumnya, mulai dari istighosah, barikan khotmil Qur’an, pagelaran wayang kulit, hingga pasar jajanan tradisional. Selain itu, ouncak kegiatan ditandai dengan doa bersama dan perebutan tumpeng di lapangan desa yang disambut antusias warga hingga acara berakhir.
Ia berharap, tradisi tumpeng tempe raksasa ini terus menjadi agenda tahunan yang dinanti masyarakat Sedengan Mijen, sekaligus memperkaya khazanah budaya dan kearifan lokal Kabupaten Sidoarjo.
Diketahui, ikon utama dalam kegiatan ini adalah tumpeng tempe raksasa setinggi sekitar 13–14 meter yang menjadi simbol rasa syukur sekaligus identitas Sedengan Mijen sebagai desa sentra penghasil tempe. Tumpeng tersebut dibuat dari kurang lebih tiga kuintal kedelai dan disusun secara gotong royong oleh warga.
Penulis: Wafi
Editor: Aziz