Jember, Kolomdesa.com – Warga Desa Sumberjati, Kecamatan Silo, Kabupaten Jember sejak lama menggantungkan hidup pada tanah dan alam sekitarnya. Sumberjati menyimpan kekayaan yang perlahan mengubah wajah desa. Sejak dulu, desa ini dikenal sebagai salah satu sentra penghasil kopi robusta berkualitas terbaik di wilayah timur Jember.
Dari tahun ke tahun, hasil panen kopi di Desa Sumberjati terus menunjukkan peningkatan yang signifikan. Kopi tak lagi sekadar komoditas pertanian, melainkan telah menjadi sumber penggerak ekonomi desa dan membuka harapan baru bagi kesejahteraan masyarakat.
Perlahan namun pasti, pendapatan petani meningkat seiring membaiknya kualitas dan kuantitas produksi. Roda ekonomi desa pun bergerak, ditandai dengan semakin hidupnya aktivitas warga yang mayoritas menggantungkan hidup dari sektor pertanian kopi.
Kepala Desa Sumberjati, Andriya Suwito, menjelaskan bahwa sejak lama tanaman kopi di desa tersebut dikelola melalui kerja sama dengan Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH). Melalui mekanisme tersebut, desa diberi kewenangan untuk membentuk kepengurusan LMDH yang ditetapkan melalui Surat Keputusan (SK) Kepala Desa.
“Melalui wadah LMDH ini, masyarakat lebih mudah dikoordinir dan terlindungi dalam pengelolaan kopi,” ujar Andriya Suwito, Kepala Desa Sumberjati.
Ia mengungkapkan, potensi produksi kopi di Desa Sumberjati cukup besar. Dalam satu tahun, hasil panen kopi bisa mencapai sekitar 300 ton dan seluruhnya dikelola secara mandiri oleh para petani.
“Untuk penghasilan kopi di Sumberjati bisa mencapai tiga ratus ton per tahun, dan itu dikelola murni oleh petani,” ungkapnya.
Melihat besarnya potensi tersebut, Andriya berharap pemerintah daerah dapat hadir memberikan dukungan nyata, khususnya dalam hal fasilitasi akses pasar. Menurutnya, dengan akses pasar yang lebih luas dan langsung, harga jual kopi petani dapat meningkat sehingga kesejahteraan masyarakat semakin terangkat.
“Kami berharap pemerintah daerah bisa memfasilitasi petani, terutama akses ke pasar agar harga kopi lebih tinggi,” tegasnya.
Kopi yang dibudidayakan di Desa Sumberjati merupakan jenis kopi robusta, yang selama ini menjadi andalan petani setempat. Andriya menegaskan, harapan tersebut bukan tanpa alasan, mengingat dirinya juga merupakan petani kopi yang merasakan langsung dinamika di lapangan.
“Karena saya sendiri adalah petani kopi, sehingga kami juga merasakan betul bagaimana kondisi petani,” pungkasnya. (Riswanto)