BERAU – Dinas Pemberdayaan Masyarakat Berau ungkapkan serapan dana desa dalam kurun waktu Januari sampai Mei masih rendah, anggaran Rp 90,7 miliar baru terserap Rp 6,2 miliar atau berkisar 6 persen. Penyebab rendahnya serapan dana tersebut karena adanya perubahan mekanisme penyaluran anggaran oleh pemerintahan kampung yang ada di Berau.
“Sebenarnya itu tidak menjadi masalah. Ini hanya sumber dananya saja yang berpindah. Mungkin ada beberapa kampung memiliki kesibukan yang harus mereka lakukan, sehingga penyerapan juga tidak maksimal,” kata Dinas Pemberdayaan Masyarakat Kampung (DPMK) Berau, Tentram Rahayu. Sabtu (20/5/2023).
Ia mengatakan bahwa serapan dana desa untuk di Berau paling rendah dibandingkan dengan kabupaten lain yang ada di Kaltim. Sehingga, dirinya meminta kepada pemerintah kampung untuk dapat segera memaksimalkan penyerapan anggaran dari pusat tersebut.
“Kami tetap optimis untuk terus memacu karena jika tidak terus ditingkatkan, takutnya nanti terjadi penumpukan anggaran,” ujarnya.
Selain itu, pihaknya akan meminta seluruh pemerintahan kampung menggunakan Sistem Keuangan Desa (Siskeudes) dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) guna mempercepat penyerapan anggaran dana desa.
“Kami akan terapkan aplikasi ini ke seluruh kampung, agar memudahkan koordinasi, baik dari kampung maupun ke OPD (Organisasi Perangkat Daerah) terkait nantinya,” tuturnya.
Terakhir, ia mengungkapkan salah satu cara yang dapat dilakukan adalah dengan upaya perbaikan jaringan dan infrastruktur Informasi Teknologi (IT) dan peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM).
“Jadi semua ini harus kita dukung, termasuk setiap reguler melakukan evaluasi penyerapan anggaran dana desa karena memang hal tersebut harus ditingkatkan. Terlebih dalam meningkatkan SDM itu juga sangat perlu kita tingkatkan lagi,” pungkasnya.
Penulis: Alfan
Editor: Soleha.tn