Kolomdesa.com, Pontianak – Pusat Pengembangan Pemberdayaan Masyarakat Desa, Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (PPPMDDTT) melaksanakan workshop peningkatan kapasitas Tenaga Pendamping Profesional (TPP) berbasis Learning Management System (LMS). Kegiatan yang dilaksanakan di Hotel Borneo, Pontianak ini dalam rangka melaksanaan Program Penguatan Pemerintahan dan Pembangunan Desa (P3PD) Sub Komponen 2A,Tahun Anggaran 2024.
“Peserta sebanyak 158 orang yang terdiri dari unsur Internal Kementerian Desa, termasuk Balai Pelatihan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa, Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Banjarmasin. Adapun peserta berasal dari Dinas PMD Provinsi dan Kabupaten, TAPM Provinsi dan TAPM Kabupaten,” kata TAPM Pusat, Rujiana Adang dalam sambutannya, Jumat (8/11/2024).
Ia menjelaskan, sasaran pelatihan melalui LMS ini adalah TPP, masyarakat desa dan calon pelatih yang membutuhkan peningkatan kapasitas, kompetensi dan keterampilan dibidang pemberdayaan masyarakat desa. Pasalnya, LMS sendiri merupakan fitur platform pendukung yang efisien dan sangat banyak manfaatnya.
“Melalui teknologi digital ini dapat mendukung fleksibilitas waktu pembelajaran, efiesiensi biaya, kemudahan akses materi pembelajaran dan evaluasi kemajuan belajar, dan pembelajaran mandiri,” jelas Adang.
Lebih lanjut, Adang menyampaikan jika pelatihan tidak hanya diselenggarakan di Kalimantan saja, tetapi juga dilaksanakan di 27 Kabupaten/Kota dan 12 Provinsi lainnya. Ia juga menyebut jika platrform LMS yang ditujukan untuk kegiatan Peningkatan Kapasitas TPP adalah model blended learning.
“Di dalamnya terdapat 3 metode pembelajaran yakni synchronous, asynchronous dan klasikal,” paparnya.
Sebagai informasi, seluruh peserta Workshop LMS akan dipandu selama tiga hari ke depan oleh pihak pengembang, serta diperkaya beberapa narasumber yang kompeten di bidangnya. Adapun narasumber tersebut antara lain Bappenas, Dinas PMD Provinsi Kalbar, Universitas Tanjung Pura, PT Multi Integral Digital, dan Tim P3PD Kemendesa.
Penulis: Ilham W
Editor: Aziz
