Kolomdesa.com, Jakarta – Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT) sepakati kerja sama lanjutan dengan Bank Negara Indonesia (BNI) sebagai upaya penanggulangan kemiskinan di desa dan daerah tertinggal.
Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto meminta BNI beserta seluruh jaringannya di daerah dapat terlibat aktif dalam pemberdayaan dan pendampingan desa secara lebih masif, khususnya desa yang masih menghadapi persoalan kemiskinan.
“Seperti yang kita ketahui, bahwa Bapak Presiden Prabowo punya perhatian serius terhadap kemajuan desa. Karenanya dalam Asta Cita ke-6 Bapak Presiden Prabowo itu Desa secara tegas disebutkan,” ujar Yandri saat audiensi dengan Direksi Bank BNI di Graha BNI, Jakarta Pusat, Jumat (9/1/2026).
“Membangun dari desa dan dari bawah untuk pemerataan ekonomi dan pemberantasan kemiskinan. Oleh karena itu kita perlu kolaborasi, apalagi mitra kami selama ini BNI 46,” tambahnya.
Yandri berharap kerja sama tersebut dapat difokuskan pada pendampingan literasi dan manajemen keuangan, terutama bagi pengelola Badan Usaha Milik Desa (BUM Des) dan Desa Wisata. Menurutnya, masih banyak pengelola desa yang memiliki produk dan layanan potensial, namun belum didukung kemampuan pengelolaan keuangan yang memadai.
Keterbatasan dalam pembukuan, pengelolaan arus kas, hingga penyusunan laporan keuangan kerap menjadi hambatan bagi BUM Des dan Desa Wisata untuk mengakses pembiayaan perbankan. Melalui pendampingan BNI, diharapkan pengelola desa mampu menyusun proposal bisnis dan laporan keuangan sesuai standar perbankan sehingga meningkatkan kelayakan kredit.
“Makanya Asta Cita ke-6 itu kita terjemahkan dalam 12 Aksi Bangun Desa, Bangun Indonesia. Ada BUM Des, ada Desa Tematik, Desa Wosata. Mungkin itu yang perlu kita kerja samakan. Mungkin ada BUM Des yang ingin maju, tapi kesulitan dari sisi manajerial bisnis dan keuangannya,” pungkasnya.
Sementara itu, Wakil Direktur Utama Bank BNI Alexandra Askandar menyatakan kesiapan dan komitmen BNI untuk mendukung pemberdayaan desa dalam mengatasi kemiskinan.
“Kami selama ini Pak, dari sebelumnya dan tentunya dengan program-program ini yang terus digaungkan. Kita siap dan proaktif mensuport. Dan kami siap, nantinya apa saja yang mungkin perlu dukungan tambahan dari BNI,” ujarnya.
Dalam audiensi tersebut, Mendes Yandri didampingi Sekretaris Jenderal Kemendes PDT Taufik Madjid, Dirjen PEID Tabrani, Dirjen PDP Nugroho Setijo Nagoro, Kepala BPI Mulyadin Malik, Kepala BPSDM Agustomi Masik, serta Staf Ahli Menteri Sugito.
