BUM Desa Tridadi Makmur Genjot Ekonomi Desa dengan Destinasi Wisata

Gerbang Utama Puri Mataram. Sumber foto: bumdesatridadimakmur.com

SLEMAN – Badan Usaha Milik Desa (BUM Desa) Tridadi Makmur dinilai mampu memberikan angin segar bagi masyarakat Desa Tridadi dengan dibangunnya destinasi wisata Puri Mataram. Destinasi wisata tersebut salah satunya terdiri dari Joglo Resto, Joglo Lotus, Joglo Ndelik, Wahana Becak Air, Wahana Taman Bunga, dan berbagai wahana menarik lainnya.

BUM Desa Tridadi Makmur secara resmi berdiri pada tanggal 25 Desember 2017 berdasarkan Rapat Musyawarah Desa dan ditetapkan dengan Keputusan Kepala Desa Tridadi Nomor 08 Tahun 2018 tentang Pembentukan Badan Usaha Milik Desa.

Direktur BUM Desa Tridadi Makmur Raden Agus Kholik mengungkapkan salah satu tujuan dari pendirian BUM Desa Tridadi Makmur ini untuk meningkatkan usaha ekonomi masyarakat melalui pengembangan jaringan kerjasama dengan berbagai pihak.

“Pendirian BUM Desa ini adalah untuk meningkatkan perekonomian masyarakat dan membuka lapangan pekerjaan yang luas,” ujar Direktur BUM Desa Tridadi Makmur tersebut.

Panorama Destinasi Wisata Puri Mataram

Puri mataram adalah salah satu destinasi wisata yang berada di Padukuhan Drono, Kalurahan Tridadi, Kapanewon Sleman, Kabupaten Sleman, D.I Yogyakarta. Jika dihitung dari pusat kota, maka jarak tempuhnya 8 km atau sekitar 20 menit perjalanan.

Taman bunga yang cantik di kawasan Puri Mataram, Sleman. Sumber foto:Travelspromo.com

Nama Puri mataram sendiri memilik pengertian “Taman disebuah Kraton” Puri sendiri memiliki filosofi sebagai sebuah tempat yang indah yang didalamnya terdapat taman, air serta bunga-bunga sedangkan mataram adalah sebuah kerajaan mataram dengan bangunan sebuah Pendopo dan limasan.

Terdapat 11 wahana wisata yang bisa dinikmati pengunjung, antara lain permainan air, taman bunga, kebun kaktus, terapi, tangkap ikan, serta kandang kelinci, kandang domba merino, rusa, kuda, merak, ayam hias, restoran, kafe, dan guest house.

Puri Mataram merupakan salah satu unit usaha BUM Desa Tridadi Makmur. Sumber foto: Nindias Nur Khalika / Kanal Desa

Dari salah satu destinasi wisata di atas yang menjadi favorit para pengunjung adalah destinasi wahana taman bunga. Sejak berdiri tahun 2017, puri mataram hingga tahun 2021 sudah beromset miliaran rupiah.

Selain wahana taman bunga, wisata mini zoo menjadi area yang disukai oleh anak-anak saat berkunjung ke area ini. Di mini zoo ini ada koleksi binatang seperti kelinci, ayam, kuda, hingga rusa.

Gus Halim Iskandar (Mendes PDTT) saat berkunjung ke Puri Mataram. Sumber foto: bumdesatridadimakmur.com

Untuk masuk ke Puri Mataram pengunjung hanya membayar biaya parkir sebesar Rp 2 ribu untuk motor dan Rp 3 ribu untuk mobil. Sedangkan untuk masuk ke dalam wahana tersebut pengunjung hanya dapat membayar tiket masuk seharga Rp 10 ribu setiap wahananya.

Di puri mataram sendiri terdapat pendopo yang digunakan untuk berkumpul dan beristirahat sambil menikmati resto puri Mataram. Uniknya di Puri Mataram ini terdapat pasar ndelik (bersembunyi) yang alat transaksinya berupa pandel (uang pandel dari bahan kayu) yang hanya digelar setiap hari minggu dan hari libur.

Puri Mataram buka setiap hari dari jam 8 pagi sampai 6 sore, sedangkan restonya sampai jam 10 malam. Tersedia juga makanan dan minuman dengan diiringi live musik yang syahdu.

Pengembangan Puri Tanaman Hias (Aglonema)

BUM Desa Tridadi Makmur selain berfokus ke Puri Mataram, juga menjalankan Puri Aglonema yang fokus pada budi daya juga jual-beli tanaman hias aglonema. Di atas lahan seluas kurang lebih 4.000 meter2, terdapat 60 ribu bibit tanaman yang dirawat lima orang pekerja yang sebagian besar warga Desa Tridadi.

Transaksi jual-beli tanaman hias ini dapat dilakukan dengan minimal pembelian aglonema sebanyak 100 tanaman. Oleh karena itu, Puri Mataram hanya menyasar pedagang besar, bukan eceran. Pada tanaman hias tersebut ada 24 jenis aglonema yang dibudidayakan di Puri Aglonema. Setelah melakukan pengembangbiakan bibit dari tahun 2018 hingga 2019, Puri Aglonema menjual tanaman pada tahun 2020. Sedangkan pendapatan dari Puri Aglonema selama dua tahun, yakni tahun 2020 sampai 2021, mencapai Rp 1,5 milyar.

Modal BUM Desa Tridadi Makmur

Penyertaan modal awal BUM Desa Tridadi Makmur dari berasal dari dana desa (DD) sebesar Rp 68,5 juta. Selanjutnya dalam pengelolaan Puri Mataram, BUM Desa Tridadi Makmur tidak hanya mengandalkan dana desa, mereka mengajak masyarakat untuk turut menanam saham di Puri Mataram dengan pembagian deviden 51% untuk desa dan 49% untuk masyarakat.

Peningkatan Lapangan Pekerjaan yang tersedia

BUM Desa Tridadi Makmur mampu menghidupkan perekonomian masyarakat melalui unit usaha yang dirintisnya. Untuk saat ini, BUM Desa Tridadi Makmur melalui Puri Mataram dan Puri Aglaonema telah menyerap tenaga kerja langsung sebagai karyawan sejumlah 65 orang dan tenaga tidak langsung (Tenaga Harian lepas) sejumlah 25 Orang (tentatif), Kelompok Pasar Ndelik 15 Orang, Kelompok Tani sebagai suplai bahan baku sebanyak 25 orang, sehingga total masyarakat yang terlibat langsung di BUM Desa Tridadi Makmur sejumlah 130 Orang.

Pendapatan BUM Desa Tridadi Makmur

Omset BUM Desa Tridadi Makmur pada tahun 2018 sebesar Rp 1,8 miliar, tahun 2019 sebesar Rp 6 miliar dan pada tahun 2020 mengalami penurunan karena covid-19 sebesar Rp 4 miliar. Selanjutnya omset pada tahun 2021 sebesar 4,5 miliar.

BUM Desa Tridadi Makmur memberikan pemasukan ke desa yakni Pertama, pemasukan dari sewa tanah kas desa sebesar Rp 180 juta setiap tahunnya. Selain itu juga desa juga mendapatkan dividen dari saham yang diberikan sebagai modal BUM Desa dari tahun 2018 sampai 2021, biaya sewa tanah dan dividen yang berikan ke desa selama 4 tahun yakni sebesar Rp 1 miliar.

Editor: Habib Az

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Suara Desa, Suara Indonesia.
Exit mobile version